Minggu, 12 Mei 2013

Ketika Menjadi Mahasiswa Berprestasi Menjadi Sebuah Urgensi


Mahasiswa Berprestasi atau yang biasa disingkat Mapres, adalah sebuah julukan bagi mahasiswa yang memiliki segudang prestasi dan banyak berkontribusi bagi lingkungannya. Menjadi Mapres tentunya bukanlah hal yang gampang. Dibutuhkan perjuangan yang besar dari sejak dia menginjak bangku kuliah. Mahasiswa memang sering kali berpikir bahwa yang disebut sebagai mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang memenangkan gelar mahasiswa berprestasi pada ajang kompetisi mahasiswa berprestasi. Mereka tidak menyadari bahwa menjadi mahasiswa berprestasi bukanlah sekedar gelar yang dialamatkan bagi pemenang kompetisi mahasiswa berprestasi, namun juga bagi para mahasiswa yang selama ini bergerak dan berkontribusi bagi lingkungannya.
Untuk menjadi Mapres, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi diantaranya :  Pertama, pernah menjadi pengurus organisasi. Seorang mahasiswa berprestasi adalah mereka yang dapat meluangkan waktunya untuk menjadi pengurus organisasi, baik itu organisasi intra kampus maupun organisasi ekstra kampus. Tingkatan organisasi di dalam kampus dan diluar kampus sangat mempengaruhi poin penilaian yang diberikan oleh dewan juri. misalnya mereka yang menjadi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Universitas lebih tinggi point nya dibandingkan dengan mereka yang hanya mengikuti BEM tingkat jurusan. atau mereka yang mengikuti organisasi tingkat nasional akan lebih tinggi point nya dibandingkan dengan mereka yang hanya di tingkat kabupaten. begitu juga jabatan yang ia tanggung, seorang ketua lebih tinggi point nya dibandingkan dengan hanya sebagai anggota saja. Kedua adalah pernah menjadi kepanitiaan. Seorang mahasiswa berprestasi selalu terlibat dalam kepanitiaan sebuah acara, baik itu kepanitiaan yang dilaksanakan oleh universitas maupun oleh LSM luar kampus. Point kepanitiaan pun sangat dipengaruhi oleh tingkatan ataupun kapasitas dan posisi dia dalam kepanitiaan tersebut.
Ketiga adalah pernah memperoleh kejuaraan Ilmiah Mahasiswa. Di bidang ilmiah, calon mahasiswa yang memperoleh gelar Mapres harus memperoleh kejuaraan ilmiah, misalnya dia pernah menjadi juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional atau lomba menulis esay dan sebagainya. tingkatan atau cakupan dari wilayah yang ia peroleh juga mempengaruhi point penilaian dari dewan juri. Keempat adalah pernah menghasilkan penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa harus dibuktikan dengan laporan atau makalah yang pernah ia teliti selama menjadi mahasiswa di tingkat universitas maupun diluar perguruan tinggi. Kelima adalah pernah menjadi pembicara atau penyaji makalah. Seorang mahasiswa berprestasi harus berbagi ilmu guna sama sama mencapai kesuksesan bersama. Sebagai calon mahasiswa berprestasi, dia pernah berbagi ilmu dari hasil penelitian yang pernah ia lakukan selama menjadi mahasiswa sebelum memperoleh gelar mahasiswa berprestasi.
Menjadi Mahasiswa Berprestasi merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi siapapun yang menyandang gelar itu. Ketika gelar mahasiswa berprestasi dianugrahkan kepada seorang mahasiswa, maka mahasiswa tersebut mengembang dua amanah sekaligus. Amanah untuk menjaga kehormatan gelar tersebut dan amanah untuk terus mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi dan kontribusi yang sudah diraih.
Tetapi menjadi mahasiswa berprestasi juga menjadi sebuah tantangan sekaligus memberikan manfaat baik manfaat secara laten maupun manifest. Tantangan pertama, menjadi mahasiswa berprestasi itu artinya kita harus siap memberikan kontribusi terbaik dimanapun kita berada. Jika suatu ketika kita kurang berkontribusi atau performa kita tidak prima, maka orang-orang akan mempertanyakan atau memandang aneh kepada kita. Dan tentunya ini menjadi ujian mental bagi para mahasiswa berprestasi agar terus memberikan performa terbaik dimanapun ia berada. Kedua, menjadi mahasiswa berprestasi itu artinya kita harus siap meluangkan waktu lebih banyak untuk kegiatan-kegiatan sosial, sehingga waktu untuk keluarga, teman, diri sendiri, mungkin akan sedikit. Ketiga, ini mungkin menjadi tantangan cukup berat karena harus membagi waktu untuk setiap kegiatan. Kesibukan di berbagai aktivitas baik di kegiatan akademis, organisasi kampus, organisasi ekstra kampus, kegiatan sosial, hobi, dan lain-lain, memang membutuhkan fokus dan perhatian. Dilema ini memang bukan hanya menghampiri seseorang yang bergelar “mahasiswa berprestasi” tetapi menghampiri hampir seluruh kalangan mahasiswa. Tetapi mungkin bagi mahasiswa berprestasi, itu menjadi hal yang harus sangat diperhatikan karena ia harus menjaga keseimbangan setiap kegiatan tersebut agar semuanya dapat dijalani dengan baik.
Namun dibalik semua tantangan tersebut, menjadi mahasiswa berprestasi juga memberikan banyak manfaat. Pertama, dengan menjadi mahasiswa berprestasi, kesempatan kita untuk melebarkan sayap prestasi akan semakin lebar karena biasanya orang-orang tertarik untuk mengajak kerjasama baik dalam hal apapun itu. Menjadi mahasiswa berprestasi memberikan suatu citra positif bagi orang yang menyandangnya. Kedua, dengan menjadi mahasiswa berprestasi, kita bisa banyak memberikan inspirasi bagi orang lain dan aspirasi kita bisa lebih didengarkan orang lain. Ketiga, dengan menjadi mahasiswa berprestasi, kita akan belajar lebih banyak hal, tentang bagaimana memanajemen waktu, menjaga kedisiplinan diri, menjaga kestabilan akademis, dan lain-lain. Keempat, menjadi mahasiswa berprestasi tentunya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi diri kita dan keluarga kita. Orangtua mana yang tidak bahagia dan bangga melihat prestasi anaknya?
Oleh karena itu, menjadi Mapres saat ini menjadi sebuah urgensi bagi mahasiswa. Tetapi perlu digarisbawahi bahwa menjadi mahasiswa berprestasi bukan hanya berusaha memperoleh title mahasiswa berprestasi secara formal saja dan bukan hanya orang-orang dengan bakat luar biasa saja yang bisa menjadi mahasiswa berprestasi. Setiap mahasiswa bisa dan mampu menjadi mahasiswa berprestasi dan prestasi itu tidak harus prestasi besar saja, sekecil apapun usaha dan kontribusi bagi masyarakat, itu merupakan suatu prestasi. Jadi, jangan sampai kita memiliki stigma bahwa menjadi mahasiswa berprestasi itu hanya orang-orang yang memiliki prestasi besar. Tetap berusaha dan selalu berusaha berkontribusi bagi masyarakat serta lakukan yang terbaik yang kita bisa dimanapun dan kapanpun kita berada, itulah makna menjadi mahasiswa berprestasi yang sesungguhnya.